Categories
Sejarah

Onna Bugeisha Samurai Wanita Jepang

Di Jepang, sangat jarang kita mendengar peran wanita dalam setiap pertempuran yang begitu maskulin.

Wanita selalu digambarkan sebagai korban, pemanis dan figuran di setiap babak sejarah yang kerap dihadirkan dalam film dan literatur Negeri Matahari Terbit.

Samurai, misalnya selalu digambarkan sebagai sosok pria tangguh yang terlatih dan kerap jadi garda depan dalam setiap pertempuran berdarah.

Samurai wanita tercantik

Tak banyak yang tahu, dalam sejarah Jepang yang penuh pertikaian, samurai wanita atau yang disebut sebagai Onna Bugeisha turut andil menentukan arah sejarah Jepang.

Keberadaannya begitu berbeda dengan samurai pria yang menempuh jalan pedang, dan memutuskan menjadi samurai sebagai jalan hidupnya. Onna Bugeisha belajar menggunakan senjata sebab desakan dan kebutuhan melindungi desa yang kekurangan prajurit dari kalangan pria.

Kala itu, penduduk desa di Jepang menolak menyewa prajurit bayaran saat pertempuran pecah. Sebagai gantinya, mereka mendidik anak gadis di desa agar cakap saat menghadapi pertempuran untuk melindungi desa dan keluarga.

Sejarah Samurai Wanita

Wanita-wanita tangguh ini mahir menggunakan anak panah, keiken, pedang dan seni olah pisau tantojutsu. Berbeda dengan samurai pada umumnya, Samurai Bugeisha juga dikenal tak kompromistis.

Salah satu tokoh Onna Bugeisha nan terkemuka, Nakano Takeko dikenal memimpin pasukan pemberontakan terhadap Tentara Kekaisaran Jepang pada abad ke-19.

Ada pula Tomoe Gozen yang hidup di akhir abad ke-12 dan berjuang dalam Pertempuran Awazu.

sumber: guideku.com

Categories
Peristiwa Sejarah

Kisah Dibalik Foto Einstein yang Menjulurkan Lidah

Ketika kamu memikirkan Albert Einstein, apa yang terlintas dalam pikiranmu?

Apakah teorinya tentang relativitas khusus, yang menghasilkan persamaan terkenal E = mc2?

Kisah Dibalik Foto Einstein yang Menjulurkan Lidah ini adalah salah satu foto pers paling terkenal pada Abad Ke-20.

Foto ini diambil pada 14 Maret 1951 yaitu saat ulang tahun Einstein.

Ilmuwan itu meninggalkan pesta ulang tahunnya yang ke-72 di Universitas Princeton, yang dipenuhi oleh para fotografer, dan dimengerti bahwa Einstein bosan tersenyum sepanjang malam.

Ketika ia meninggalkan acara dan naik ke kursi belakang mobil antara Dr.Frank Aydelotte, mantan kepala Institute for Advanced Study di Universitas Princeton, dan istrinya Aydelotte, Marie Jeanette, kerumunan wartawan dan fotografer maju untuk meliput momen itu.

Di antara kerumunan itu, ada seorang fotografer bernama Arthur Sasse, yang meminta Einstein untuk tersenyum.

Tetapi Einstein yang sedang tidak “mood” karena sudah banyak tersenyum hari itu kepada kamera akhirnya memilih untuk menjulurkan lidahnya lalu berbalik.

Setelag melihat hasil dari foto tersebut yang beredar, Einstein menyukai foto itu dan meminta sembilan cetakan foto untuk ia gunakan secara pribadi.

Foto Einstein yang Menjulurkan Lidah ini, pada tahun 2017 terjual seharga $125,000 atau setara 1,925,000.00 Rupiah.

Categories
Peristiwa Sejarah

Mengapa Kue Donat Berlubang?

Kue goreng ini memiliki bentuk khas yang sangat mudah dikenali, yaitu bentuk cincin. Bentuk ini selalu merepresentasikan donat, bukan kue lain.

Kue berlubang ini pertama diciptakan oleh seorang pelaut Amerika bernama Hanson Crockett Gregory.

Namun, tahukah kamu mengapa kue donat memiliki lubang di bagian tengahnya? Ada beberapa versi alasan bagaimana kue donat berbentuk cincin.

1. Ketidaksengajaan Gregory

Alasan pertama ini datang karena ketidaksengajaan Hanson C. Gregory. Pada abad ke-16, Gregory berlayar dari Belanda menuju Amerika. Dia juga membawa juru masak dari Negeri Kincir Angin tersebut. Para juru masak tersebut biasanya membuat olykoeks, roti goreng khas Belanda.

Saat sedang menikmati olykoeks miliknya, Kapal yang dinaiki Gregory dihantam badai besar dan dia langsung memegang kemudi kapal. Karena darurat, dia menancapkan kue olykoeksnya pada salah satu batang kemudi kapalnya.

Setelah melewati badai, Gregory mendapati olykoeksnya berlubang. Kue berlubang ini terlihat lebih enak dari sebelumnya dan dia menyuruh koki membuat kue berlubang setelahnya.

2. Kue yang kurang matang

Alasan kedua dari Gregory ini dianggap lebih masuk akal daripada yang pertama.

Gregory merasa bahwa kue goreng yang ada di kapal terasa kurang enak karena hanya matang bagian luar, sedangkan bagian dalam kurang matang secara sempurna.

Akhirnya, dia meminta juru masak untuk membentuk kue tersebut menyerupai cincin agar bagian dalamnya ikut matang.

Saat dicoba, ternyata metode yang diminta Gregory membuat kue goreng tersebut lebih matang secara merata sehingga diadaptasi hingga saat ini.

Menurut ahli kue, lubang pada donat memang sangat efektif membantu donat matang secara sempurna.

3. Ibu Gregory yang menjual kue

 

Alasan ketiga ini kurang lebih sama dengan alasan kedua. Namun, ceritanya tidak terjadi di atas kapal, melainkan di toko ibunya.

Ibu Gregory, Elizabeth, merupakan penjual kue yang terkenal karena menggunakan buah pala dan hazelnut pada adonannya.

Elizabet memberi nama kue itu dough-nut yang berarti kue kacang. Kue ini lebih populer dibandingkan olykoeks.

Meskipun rasa lezat, Gregory merasa ada yang masih kurang dengan kue ibuya, yaitu tekstur bagian dalam yang lembek seperti kurang matang. Saat ditanya, ibunya menjawab bahwa bagian dalam susah matang, makanya diisi kacang hazelnut.

Kemudian Gregory menyarankan ibunya untuk membuat kacang di bagian tengah kue dan membiarkannya berlubang. Saat ibunya mencobanya, hasil kuenya memiliki tekstur yang lebih sempurna karena lubang di tengah kuenya membuatnya lebih matang.